Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Oktober 2017

BANYAK ORANG BANGGA DENGAN ISTRI2 MUDANYA, TAPI LELAKI INI MENAFKAHI 1000 JANDA TANPA HARUS MENIKAHI




Roel Mustafa Si Lelaki 1.000 Janda: Menafkahi Tidak Harus Menikahi. 

Melihat orang berbangga dengan istri-istri mudanya tentu sudah biasa, tapi bagaimana dengan janda..? Luarbiasa, tidak setiap orang bisa. 

Menafkahi tidak harus menikahi, itulah tagline yang diusung oleh Roel Mustafa (39), Si Lelaki 1.000 Janda. Mustafa menjadi 'pemburu' janda lansia untuk diberikan bantuan dan kasih sayang.

Sejak satu tahun terakhir, Mustafa mencari para janda tua bersama dengan teman-temannya di Sekolah Relawan. Mereka datang ke rumah-rumah janda untuk memberikan bantuan sembako dan mendengarkan curahan hati para perempuan yang tak lagi bersuami itu.

"Beriringan dengan kegiatan saya di Sekolah Relawan yang sering blusukan, alhamdulillah saya sering ketemu dhuafa-dhuafa janda yang memang yang harus dibantu. Janda-janda sudah sekitar 300 orang dan saya berpikir saya punya target, mudah-mudahan bisa nyantunin 1.000 janda," kata Mustafa saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com) di basecamp Sekolah Relawan di kawasan Depok, Kamis (19/10/2017).

Janda-janda yang dibantu Mustafa tersebar di beberapa wilayah, mulai dari Depok, Lampung, Nganjuk, Surabaya, Semarang, Jakarta, Bogor, dan Bekasi.

Janda yang dibantu Mustafa bukan sembarang janda, rata-rata usianya sudah di atas 65 tahun. Para janda itu tidak butuh lipstik atau bedak, mereka hanya butuh sembako dan kasih sayang dari orang sekitar.

"Ketika kita dateng ke rumahnya, kita ajak becanda, kita ajak ngobrol, mereka bahagia, mereka senang," ucap pendiri Sekolah Relawan ini.

Menurut Mustafa, para janda itu rindu berbincang dengan anak-anak mereka. Namun kebanyakan dari anak mereka tidak peduli dengan orang tuanya. Kedatangan Mustafa begitu dirindukan oleh para janda karena memberikan kebahagian bagi mereka.

"Mereka rindu ngobrol sama anaknya, ngobrol seperti keluarga, itu kan nggak pernah mereka lakukan lagi. Mereka kita kasih sembako saja mereka mau, bahagia, senang banget," kata ayah satu anak ini.




Kisah Roel Mustafa, Si "Lelaki Seribu Janda"




Dari sekian banyak janda yang ditemui Mustafa, ada pengalaman yang membuat hatinya pilu. Dia melihat para janda harus banting tulang memulung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal tubuh renta mereka sudah tidak harusnya bekerja keras dari pagi hingga malam hanya untuk mencari sesuap nasi.

Biasanya Mustafa memberikan bantuan modal untuk mereka. Ada yang berjualan gorengan, mengemas kue lemper, berjualan nasi uduk hingga sate, sesuai dengan keahlian yang mereka miliki.

"Orang serenta mereka membuat saya sedih kalau lihat ada di jalanan. Akhinya saya dampingi, saya tanggungi, lama kelamaan ketika sudah kenal, baru kita modalin hingga akhirnya mereka berhenti memulung," ucap pengusaha restoran ini.

Lewat aksinya ini, Mustafa berharap akan semakin banyak janda tua yang dibantu, bukan hanya janda-janda muda yang diberi perhatian dan kasih sayang.

"Banyak lelaki-lelaki yang mapan, banyak pria-pria yang sudah punya uang berlebih, tetapi kadang-kadang suka, apa ya, menyimpan janda, janda muda. Saya pengin menginspirasi, kenapa enggak janda tua yang mereka simpan, nggak janda tua yang mereka kasih nafkah," katanya. 

"Akhirnya saya tulislah "Lelaki 1.000 Janda" dengan tagline menafkahi tidak harus menikahi," imbuh Mustafa.

Aksi Mustafa juga didukung oleh istri tercinta. Bukan cemburu yang didapat, Mustafa justu semakin membuat keluarganya bangga.

"Istri nggak ada istilah cemburu, ya karena sudah terbiasa dan tahu bahwa tujuannya bukan syahwat, malah membuat istri saya mendukung," katanya.

Kini setiap bulan, Mustafa selalu berkeliling mendatangi para janda binaannya dan membagikan sembako. Bukan hanya itu, bila ada janda yang sakit, dia dan tim dengan sigap mengantarkan janda ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Reporter: Adhim Mugni Mubarok


Senin, 16 Oktober 2017

6 Pertanda pada Tubuh Anda saat 100 Hari Sebelum Kematian, No 3 TERNYATA...





"Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah setiap manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari."
"Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang sedang tertawa."
"Maka berkata Malaikat Maut: Alangkah herannya aku melihat orang ini."

"Sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersantai-bergelak tertawa," demikian sabda Nabi Muhammad SAW.
Berikut ini tanda-tanda kematian menurut Islam dilansir dari ohmymedia.

1) 100 Hari Sebelum Hari Kematian

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya.
Namun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja.
Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Ashar.
Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil.
Contohnya seperti daging sapi/kambing yang baru disembelih.
Di mana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.
Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar.

Dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti.
Dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian.
Tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan waktu yang ada.
Untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

2) 40 Hari Sebelum Hari Kematian

Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Ashar.
Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut.
Pada saat ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah SWT.
Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita.
Antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu.
Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi.
Mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.
Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang.
Tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah setara dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.




Page 2 - 6 Pertanda pada Tubuh Anda saat 100 Hari Sebelum Kematian, No 3 TERNYATA...





3) 7 Hari Sebelum Hari Kematian

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit.
Di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.

4) 3 Hari Sebelum Hari Kematian

Pada saat ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi seseorang yaitu di antara dahi kanan dan kiri.
Jika tanda ini dapat diketahui/dipahami maka berpuasalah.
Setelah itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis.
Dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.
Ketika ini juga mata hitam seseorang itu tidak akan bersinar lagi.
Dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun.
Dan ini dapat diketahui jika seseorang melihatnya dari bagian sisi.
Telinganya akan layu di mana bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam.
Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

5) 1 Hari Sebelum Hari Kematian

Akan berlaku sesudah waktu Ashar di mana akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang.
Yaitu di bagian ubun-ubun di mana ini menandakan tidak akan sempat untuk menemui waktu Ashar keesokan harinya.

6) Tanda Akhir

Akan terjadi kondisi di mana akan merasakan satu kondisi udara di bagian pusat dan akan turun ke pinggang.
Dan seterusnya akan naik ke bagian jakun.
Ketika ini harus kita terus mengucap kalimat syahadat dan berdiam diri.
Dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita.
Dan sekarang akan membuat kita meninggal.
Bersiap-siaplah, hari itu pasti akan datang! Sudah siapkah bekal kita? Wallahu a'lam.


Jumat, 13 Oktober 2017

Kisah Mengharukan, Pemuda Pedagang Cilok Ini Hafal 25 Juz Al-Qur'an




Dirinya dulu sempat nyantri di salah satu pondok pesantren pasuruan, Jawa Timur

Planet Merdeka - Siapa yang tak bergetar hatinya melihat sosok pria ini yang sehari-harinya tak jauh ari Al-@ur'an. Ya, dia lah Ahmad Arifin, seorang pemuda pedagang cilok yang rajin mengaji Al-Qur'an di sebuah masjid.

Kabar tersebut awalnya dibagikan pengguna akun Facebook bernama Hasanuddin Madjedie Hasnuddin Madjedie. Ia mengunggah foto Ahmad Arifin saat mengaji di dalam masjid di Pasuruan, Jawa Timur.

Berikut kisah lengkapnya :


Page 2 - Kisah Mengharukan, Pemuda Pedagang Cilok Ini Hafal 25 Juz Al-Qur'an




"#TERNYATA SEORANG PEMUDA PENJUAL PENTOL INI SUDAH HAFAL AL-QUR'AN 25 JUZ#

Masya Allah, Alahamdulillah..tepat selasa malam 25 Al Muharram 1438 H / 25 Oktober 2016 M pukul 21.10 wita.di depan rumah sakit ansari saleh banjarmasin pemuda penjual pentol ini berjualan di depan pagar rumah sakit..sungguh Allah maha baik saya bisa dipertemukan kembali dengan anak pemuda penjual pentol ini..saya pun mampir dan mendatangi beliau untuk membeli beberapa pentol nya..alhamdulillah pentol anak muda ini termasuk enak.seiring dengan membeli ini saya ajak bicara anak muda ini ternyata sangat mengharukan dan saya pun terdiam..bagaiman tidak terdiam anak muda penjual pentol ini bernama : Ahmad Arifin, Usia dia 16 tahun dia pernah pondok(Santri) di sidogiri pasuruan yang membuat saya terdiam dan malu dengan diri sendiri anak muda penjual pentol ini sudah"HAFAL AL QUR'AN 25 JUZ..

Allahu Akbar Akbar...saat itu saya langsung terdiam dan hampir menangis..

Melihat seorang anak muda,yang berpakaiaan nya biasa biasa saja bahkan seperti pakaiaan preman dan juga seorang penjual pentol gerobak..namun ternyata Masya Allah dia penghafal Al Qur'an sudah 25 Juz dan pernah jadi santri dipondok..
Ini sungguh jadi pelajaran buat kita semua..jangan pernah menilai sesorang dari luar nya saja tetapi ternyata diri nya mulia dengan Al Qur'an...

Masya Allah terasa hina sekali diri ini..terasa malu diri ini bila ada di dekat anak pemuda penjual pentol ini...malu diri ini yang masih tidak bisa mampu menjadikan Al Quran di dalam hidup ini...



Bahkan ketika saya mau pulang anak pemuda ini mengatakan dan memberi nasehat kepada saya bukan tugas kita untuk mencari berapa banyak dan sedikit rezeky itu tetapi tugas kita adalah bagaimana cara nya agar mendapatkan rezeky yang halal...Masya Allah...

Semoga Jualan pentol anak pemuda ini diberkahi Allah dan banyak pembelinya..buat kalian kalian bila ketemu anak ini dia berjualan mulai jam 03.00 siang mulai dari amd,kayu tangi dan didepan rumah sakit ansari saleh di malam nya ..mampir dan beli lah jualan anak ini..insya Allah pentol nya anak ini enak..
# Semoga ini bisa menjadi pelajaran dan motivasi buat kita semua #

Terimakasih banyak anak pemuda penjual pentol penghapal Al Qur'an..

Semoga Allah selalu memberikan rezeky dan diberkahi semoga juga selalu dalam lindungan Allah..

Terimakasih nasehat nya..

#Aneh itu ketika rambut berwarna hitam tapi tidak sholat, jangan aneh melihat yang rambut yang berwarna selain hitam tapi dia sholat dan membaca Al Qur'an..siapa tau dia sedang hijrah dan dalam proses hidayah Allah Aaminn #

Masya Allah..

Pemandangan yang sangat indah ..

Tepat hari senin..

23 Al Muharram 1438 H
24 Oktober 2016 M

Dia adalah seorang anak remaja yang dari jawa merantau ke banjarmasin untuk mencari rezeky , Masya Allah walaupun anak ini hanya bejualan pentol gerobak keliling dll .tapi admin kagum sama anak ini...

Walaupun berjuaaln pentol namun anak ini tetap istiqomah sholat 5 waktu..walaupun tidak bisa maksimal sholat berjamaah tepat waktu..namun semangat nya untuk berjualan dan beribadah selalu dia kerjakan dan dilakukan nya setiap hari...dan anak ini juga selesai sholat selalu membaca Al Quran, admin sering temui anak ini berjuaalan di daerah kayunyabgi dan sholat ashar nya di masjid Hasanuddin Madjedie Banjarmasin..

Mungkin sebagian kita seumuran anak ini ada yang masih minta uang sama orang tua dan beribadahnya juga sholatnya tidak dimasjid..berbanding terbalik dengan anak ini..Masya Allah...

Buat kalian bila ketemu anak ini, waalaupun tidak memakan pentol ini coba lah beli berapa pun karena ini sangat berharga bagi anak ini ketika kita membeli...

Ini contoh yang baik buat penjual pentol dll atau pedagang lainya agar bisa meniru anak ini berjualan namun tetap bisa melaksanakan kewajibanya sebagai seoraang muslim..

Semoga istiqomah yah dalam beribadahnya dan semoga jualanya berkah dan tiap hhari bisa terjual habis. Aaminn Allahuma Aaminn,"


Postingan yang diunggah pada Oktober 2016 lalu itu pun sudah dibagikan ribuan kali dan mendapat beragam komentar netizen.


Minggu, 08 Oktober 2017

Bikin Merinding! Ini Alasan Polos Bocah 8 Tahun Memilih Jadi Mualaf




Eriyanti (44),  ibu dari Yogi Setiady bocah 8 tahun asal kecamatan Delta Pawan Ketapang yang memilih untuk menjadi mualaf menceritakan kisah Yogi sejak kecil.

Ia mengatakan ketika baru pandai berbicara Yogi memang suka pada hal-hal terkait Islam. Misalnya ketika melihat Masjid menurutnya Yogi pasti senang dan selalu menyebut ada alaaba.

“Maksudnya itu Allahu Akbar,” tuturnya.

Sedangkan ketika diajak ke tempat ibadahnya Yogi selalu menolak. Pernah ketika dibawa Yogi menangis dan ngajak keluar mau pulang.

Kemudian ketika dibawanya pulang ke kampung halamannya di hulu yang banyak anjing dan babi. Menurutnya Yogi juga tidak suka dan takut tersentuh anjing atau babi.

Bahkan ketika mereka makan daging babi tapi Yogi sejak kecil pun tidak pernah mau makan babi. Namun ketika ada tetangganya di Ketapang ada acara seperti selamatan. Maka Yogi selalu mengajaknya untuk pergi ke acara tersebut.

“Katanya ayo ma kita pergi ke tempat orang amin-amin. Saya tanya di mana, katanya itu menunjukkan tempatnya, ternyata tempat orang Muslim selamatan gitu,” kenangnya.

Kemudian ketika awal Yogi masuk sekolah meminta izin kepadanya untuk ikut teman-temannya mengaji dan solat. Lantaran merasa berbeda keyakinan ia awalnya melarang Yogi.

“Saya bilang tak boleh, kita kan beda, tak sama, saya bilang gitu,” ungkapnya.

“Tapi dia bilang mau ikut Islam saja. Di rumah ini kan ada handuk sering dibuatnya alas untuk sajadah, dia belajar sembahyang sendiri. Bahkan dia selalu mengajak teman-temannya seperti solat di rumah ini dan dia imamnya,” tuturnya.



Page 2 - Bikin Merinding! Ini Alasan Polos Bocah 8 Tahun Memilih Jadi Mualaf




Menurutnya kejadian itu pernah juga direkam abang Yogi. Kemudian ketika masih kelas satu SD Yogi juga selalu menghilang dari rumahnya, sore menjelang Magrib dan siang Jumat.

“Pas Jumat tak sengaja melihat seperti Yogi pakai kopiah dan baju koko,” jelasnya.

“Ternyata benar dan ketika pulang saya tanya dari mana, katanya dari masjid. Rupanya dia minjam baju kawannya untuk Solat Jumat. Saya bilang benar-benar Yogi, nanti kamu masuk Islam, dijawabnya dia memang mau masuk Islam,” lanjutnya.

“Rupanya tiap sore hilang dia melihat cara orang Solat di surau dekat sini. Kalau pukul 15.00 WIB dia selalu pergi ke tempat-tempat pendidikan agama Islam. Di sekolah pun tak mau belajar agama kami, dia hanya mau belajar pas pelajaran agama Islam,” tambahnya.

Kemudian pernah juga tetangganya mengatakan kalau Yogi menghilang sore maka degar saja di Surau. Jika ada suara orang ngaji dan salawat itu adalah Yogi.

“Jadi ku intaikan ternyata memang benar dan anak-anak lain pun ramai mengikutinya,” tuturnya.

Ia menambahkan hingga belum lama ini Yogi memaksa minta disunat dan disahkan untuk memeluk agama Islam.

“Jadi kita orangtua mengikhlaskannya. Hanya saya berharap setelah anak saya masuk Islam begini,” tegasnya.

“Maka ia harus dibimbing dengan sebenar-benarnya untuk memperlajari agama Islam. Jangan nanti malam dilepas dan dibiarkan begitu saja,” harapnya mendampingi Yogi.

Sementara itu Yogi menegaskan masuk Islam karena memang keinginan sendiri. Bahkan sebelumnya ia sering belajar tentang Islam secara sendiri. Ia menegaskan masuk Islam karena ingin masuk surga nantinya.

Di hadapan awak media ketika ia diminta melantunkan ayat Alquran dan doa dalam Islam. Ia pun langsung melakukannya tanpa teks.

Ternyata ia sudah cukup banyak hafal ayat Alquran dan doa dalam Islam. Sebelumnya diberitakan Yogi Setiady (8) menjadi perbincangan masyarakat di Ketapang.

Lantaran ia dikabarkan pindah keyakinan dari non Muslim menjadi Muslim atau menjadi mualaf. Ia resmi masuk Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan, Kamis (5/10/2017).

Bahkan dikabarkan bocah Kelas II SDN 18 Sukabangun, Ketapang ini ketika ke KUA Delta Pawan tersebut diantar langsung ibunya Eriyanti (44) yang merupakan non Muslim.

Saat dikonfirmasi wartawan, sang ibu Eriyanti membenarkan kabar yang beredar tersebut.

“Iya saya memang mengantar dan menyaksikan langsung anak saya Yogi di KUA Delta Pawan itu untuk disahkan memeluk Agama Islam,” katanya kepada wartawan di rumahnya, Jumat (6/10/2017).



Jumat, 29 September 2017

Kisah Cinta Alma: dari Bergaul dengan Awkarin, Berhijrah, Hingga Dinikahi Taqy Malik Seorang Hafiz Quran




Kalimat tersebut rasanya bukanlah sebuah pepatah belaka. Dengan siapa kita akan menikah hingga bagaimana proses awal bertemunya benar-benar sebuah misteri. Sering kali kita dengar ada seorang teman akhirnya menikah dengan orang yang sebenarnya sudah dikenal lama. Atau ada juga kisah dua sejoli yang rasanya mustahil bagi mereka untuk bisa bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan karena latar belakang yang sangat jauh berbeda.

Hal itulah yang dialami oleh Taqiyuddin Malik (Taqy) dan Salmafina Khairunnisa Putri Sunan (Alma) yang baru saja menikah pada tanggal 16 September 2017 lalu. Pasangan ini menjadi sorotan karena background mereka yang punya jalan cerita berbeda. Yang laki-laki seorang hafiz Quran, yang perempuan dulunya nggak berhijab, sering clubbing, dan juga teman main selebgram Awkarin. Bagaimana sampai akhirnya mereka justru bisa menikah? Simak ulasan Hipwee berikut ini.

Saat usianya 17 tahun, Taqy sudah merampungkan hafalan 30 juz Alquran. Selain itu, dia juga bisa menirukan sekitar 40 suara syekh yang merupakan imam-imam besar di Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi. Taqy juga tergabung dalam The Bros Team bersama dua hafiz Quran lainnya yakni Muzammil Hasbalah dan Ibrohim Elhaq. Suara merdunya dalam melantunkan ayat-ayat suci Alquran bisa dinikmati pada akun YouTube-nya.

Alma merupakan putri pengacara kondang Sunan Kalijaga. Awalnya dikenal sebagai teman main Awkarin, sering pergi clubbing dan tentunya nggak berhijab

Kalian kenal dengan pengacara Sunan Kalijaga? Namanya sempat menjadi perbincangan saat dirinya dituduh terlibat affair dengan Jennifer Dunn, artis yang kala itu terjerat kasus narkoba dan dia sendiri yang menjadi pengacaranya. Meski akhirnya nggak terbukti, orang sudah kadung memberi label pada diri Sunan bahwa dia adalah seorang pengacara artis-artis cantik nan seksi yang dibayar mahal untuk itu.


Page 2 - Kisah Cinta Alma: dari Bergaul dengan Awkarin, Berhijrah, Hingga Dinikahi Taqy Malik Seorang Hafiz Quran

Belum lagi di akun Instagram-nya, Sunan kerap memamerkan kekayaannya. Mulai dari tumpukan uang di meja kerjanya hingga deretan mobil mewah koleksi pribadinya. Buah jatuh nggak jauh dari pohonnya, juga berlaku dalam kehidupan Sunan. Anak sulungnya, Alma, dikenal dengan kehidupannya yang glamor. Menjadi anak perempuan satu-satunya membuat dia selalu dimanjakan oleh sang ayah. Alma dikenal kerap mengenakan barang-barang branded. Selain itu, dia ternyata juga jadi salah satu sahabat Awkarin. Keluar masuk bar sudah jadi rutinitasnya tiap akhir pekan.

Mengaku lelah dengan kehidupannya selama ini, Alma akhirnya mantap mengenakan hijab dan menghapus semua foto-fotonya terdahulu



Tanggal 25 Juli 2017 menjadi momen di mana Alma untuk kali pertama mengunggah fotonya mengenakan hijab. Tentu ini jadi kabar yang lumayan mengejutkan jika menengok sepak terjang Alma ke belakang. Namun katanya, hidayah Tuhan bisa datang kapan saja dan itulah yang dialaminya. Dia merasa lelah dengan kehidupan bebasnya selama ini. Setelah memutuskan berhijab, dia merasa lebih tenang.

“Dan akhirnya aku coba untuk balik ke Allah, akhirnya ya sudah mantap hijrah.” tutur Alma pada grid.id

Apa yang menjadi alasan Taqy hingga akhirnya bersedia meminang Alma menjadi istrinya?



Ketika orang masa lalunya buruk dan dia berhijrah, itu sebenarnya fitrahnya dia, dia akan menjadi orang yang lebih suci lagi, asalkan dia salat tobat, minta ampun sama Allah. Sebesar apapun dosa manusia tapi ampunan Allah seluas samudra,”  Taqy Malik – tribunnews.com

Menurut Taqy, setiap orang pastilah punya masa lalu masing-masing, termasuk dengan apa yang Alma lalui di masa silam. Namun, baginya itu nggak jadi soal karena jika sudah mantap untuk berhijrah, ampunan Yang Maha yang kita terima akan lebih luas lagi.

Lucunya, ternyata Alma duluan yang kirim sinyal pada Taqy untuk memulai proses taaruf. Uuh, gemes!



Setelah berhijrah, Alma kerap berdoa untuk didekatkan dengan jodohnya. Melalui perantara mimpi, nggak disangka bahwa wajah Taqy-lah yang mendatanginya. Sudah lama memang Alma menjadi pengagum Taqy. Sayangnya, pesan awal lewat Direct Message (DM) ke Instagram Taqy nggak direspons. Untuk lebih meyakinkan lagi, dia kembali berdoa, dan jika benar Taqy jawabannya, Alma meminta untuk didatangkan lagi ke dalam mimpinya.

Sepertinya Tuhan benar-benar sedang sangat berbaik hati pada Alma. Untuk kali kedua, Taqy muncul lagi ke dalam mimpinya. Dari situ, dia makin yakin untuk kembali mengirim pesan pada Taqy dan kali ini mendapatkan balasan. Usut punya usut, ternyata Taqy mengakui bahwa banyak sekali pesan berupa CV dari perempuan yang masuk lewat akun sosial media Taqy yang meminta untuk dijadikan istri.

“Alma beda, dia langsung ngirim CV ke Allah. Insya Allah saya siap membimbing dia sampai dia menjadi orang yang mulia di mata manusia hingga mulia di mata Allah SWT,” Taqy Malik – dream.co.id

Mereka akhirnya menikah di usia Alma yang baru 18 tahun dan Taqy 20 tahun. Kalau Tuhan sudah berkehendak, kita bisa apa?



Dengan proses perkenalan yang begitu singkat, mereka akhirnya menikah di usia yang sangat muda, Alma 18 tahun dan Taqy 20 tahun. Mereka juga dikabarkan melakukan perjanjian pranikah yang isinya antara lain menunda memperoleh momongan hingga masa studi kuliah selesai dan juga menjalani pernikahan monogami. Sedihnya, seminggu setelah menikah, Taqy harus terbang ke Cairo untuk kuliah, sehingga mau nggak mau mereka harus menjalani pernikahan jarak jauh.

Akhirnya, jodoh memang sebuah misteri yang sama sekali nggak bisa ditebak. Pun dengan melihat latar belakang seseorang bukan jadi jatah kita untuk menilai. Kalau memang ada orang yang berniat baik untuk mengubah jalan hidupnya, biasanya kebaikan yang lainnya akan mengikuti, termasuk urusan jodoh.


Rumah Tangga Akan Terasa Indah Jika Suami Ikut Membantu Pekerjaan Rumah Sang Istri




Ya, mungkin sebagian telah mengetahui makna persamaan gender yang seharusnya, namun apa semua suami mau membantu istri melakukan pekerjaan rumah sang istri?

Mayoritas suami di zaman sekarang ini seolah-olah enggan membantu istri untuk mencuci piring setelah makan malam atau mengepel lantai rumah yang kotor.

Dalam jiwa mereka ada perasaan gengsi untuk turut serta meringankan pekerjaan istrinya. Hal tersebut mungkin bisa dimaklumi jika sang istri tidak bekerja dan hanya fokus membersihkan rumah.

Namun disadari atau tidak, pekerjaan rumah tangga yang keliatannya sepele itu ternyata menguras tenaga yang sangat besar.

Oleh karena itu sudah semestinya para suami membantu meringankan pekerjaan rumah tangga sang istri. Setidaknya bantulah istri untuk mencuci piring, memasak, mengurus anak atau membantu pekerjaan rumah tangga lainnya. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Baginda NAbi Agung Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Suatu ketika, Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. “Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istrinya?” Ia menjawab, “Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya.” (HR. Bukhari).

Membantu pekerjaan rumah keluarganya tentu saja meliputi hal apa saja yang boleh jadi istri butuh bantuan. Contoh sederhana seperti mencuci pakaian, menjemurkan pakaian, sampai pada tahap paling kecil, menyapu rumah dan memandikan anak-anak.

Hal ini terkonfirmasi dalam hadits yang lain. Suatu waktu, Urwah bertanya kepada bibinya Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”

Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya & mengangkat air di ember.” (HR. Ibnu Hibban).

Jika seorang suami bisa meneladani hal ini kala berada di rumah bersama istrinya, maka bukan saja kepribadian Muslimnya akan semakin kuat, secara psikologis, cinta istri kepada sang suami juga akan sangat meningkat, sehingga istri akan merasakan ketentraman luar biasa.

Dalam situasi seperti itu, maka keluarga sakinah akan semakin dekat dalam pencapaian, sehingga keluarga benar-benar menjadi tempat dimana iman dan taqwa terus tersuburkan, sebagaimana Nabi sampaikan bahwa “Rumahku Surgaku.”


Page 2 - Rumah Tangga Akan Terasa Indah Jika Suami Ikut Membantu Pekerjaan Rumah Sang Istri



Tetapi, apakah bentuk membantu istri ini sebatas apa yang tersurat di dalam hadits-hadits di atas? Tentu saja tidak, tetapi menyeluruh, dimana dimensi tersirat yang terkandung harus terus digali dan diupayakan para suami kepada istri atau bapak kepada anak meliputi banyak hal.

Sebagai contoh, kala istri memasuki masa ngidam, dimana mual dan muntah kerap menerpanya, suami harus hadir di sisinya untuk menguatkan moril dan menghiburnya. Bahkan, dalam momen-momen seperti itu ungkapan verbal bahwa sang suami mencintai istri sangat memberikan pengaruh positif bagi psikologi istri.

Pada masa istri baru melahirkan hingga anak berumur enam bulan seorang suami juga harus siap begadang membantu tugas istri menenangkan bayi. Mulai dari menimang-nimang hingga mengganti popok bayinya di tengah malam.

Jelas ini pekerjaan tidak mudah, terlebih bagi ayah muda yang baru dikaruniai bayi. Seorang sahabat bercerita tentang pengalamannya membantu istri ngurus bayi di malam hari. “Yang seruunya buat mata perih kayak kena gas air mata waktu ganti popok jam 1-4 malaam,” ucapnya sembari tertawa bahagia karena ia mampu melalui masa tersebut dengan sukses.

Bahkan para suami tak perlu merasa risih membantu kegiatan istri, tatkala pasangannya itu memang dalam keadaan padat pekerjaan. Bahkan sekedar mencuci piring, memasak air, membuat telor dadar, sudah ikut meringankan bebannya.

Namun demikian, Islam tetap mengatur bagaimana semua bisa berjalan secara proporsional. Jangan sampai atas dalih membantu istri, ibadah terhambat.

“Rasulullah, biasa melayani keperluan keluarganya, lantas ketika waktu sholat tiba, beliau pergi meninggalkan sholat.“ (HR. Bukhari).

Sederhananya, istri juga harus ikut membantu mengingatkan suami untuk tidak teledor dalam ibadah. Misalnya, kala suami bangun di tengah malam karena membantu mengurus bayi dan kala adzan Shubuh tiba, karena kelelahan suami tidak terbangun, sangat baik jika istri membantunya untuk bangun dan bersegera mendirikan sholat.

Di sini dapat diambil catatan penting bahwa sekalipun Rasulullah meneladankan dan menganjurkan kaum bapak membantu pekerjaan istri di rumah, tidak berarti kemudian istri berharap apalagi mengandalkan bantuan suami, sebab bagaimanapun suami punya tugas dan kewajiban yang ia tak boleh lalai dalam menjalankannya, terutama dalam hal urusan sholat.

Selain itu, kondisi setiap suami tidak sama. Ada suami yang memang cakap dalam pekerjaan-pekerjaan teknis, sehingga masalah apapun di dalam rumah, seperti plafon rusak, genting rumah tergeser, bisa ditanganinya sendiri. Tetapi, ada juga suami yang tidak memiliki kapasitas seperti itu, maka tidak sepatutnya seorang istri menuntut bantuan seperti mereka yang dikaruniai Allah kemampuan tersebut.

Di sinilah suami istri itu disebut berpasangan, karena yang istri tidak mampu, suami hadir membantu. Dan, apa yang suami tidak miliki, istri tak sibuk menuntut dan menggerutu karenanya.

Dan, yang tidak kalah penting adalah bagaimana jika keduanya fokus pada kewajiban masing-masing, suami sibuk bagaimana agar bisa membantu istri, dan istri sibuk bagaimana taat dan hormat kepada sang suami, niscaya rumah tangga akan terasa indah dan kehidupan bahagia dunia-akhirat benar-benar bisa dirasakan di dalam rumah sendiri.

Catatan terakhir bagi para suami alias bapak, Rasulullah berpesan, “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian bagi keluargaku.” (HR. Abu Dawud).

Membantu pekerjaan istri bukanlah hal memalukan dan menurunkan wibawa suami.  Sebaliknya makin menguatkan ikatan dan romantisme. Semoga Allah bimbing kita (para suami) dapat berbuat baik kepada keluarga.

Wallahu a’lam.


Selasa, 26 September 2017

Astagfirullah, Banyak Istri Yang Tidak Tahu! Ketahuilah Tanda-Tanda Awal Suami Selingkuh Biasa Bermula Dari Mimpi!




Tidak selamanya perjalanan hidup rumah tangga selalu berjalan dengan mulus. Rintangan dan tantangan yang kerak hadir itu memang hal biasa. Namun jika yang berhubungan dengan keterpikatan dengan wanita lain oleh suami tentu membuat istri sangat resah. Untuk tidak su’udzhon, memang tidak semudah yang dikatakan, karena pada dasarnya hal ini berkenaan dengan hati dan olah rasa.

Menuduh begitu saja suami ada ketertarikan dengan wanita lain, padahal hal ini hanya salah paham akan membuat rumah tangga semakin runyam. Untuk itu, kenalilah beberapa hal yang mengarah tanda-tanda suami terpikat dengan wanita lain.

1.Suami terlihat mudah marah atau tersinggung saat berada di dalam rumah. Padahal dulunya ia adalah tipe suami penyabar dan penyayang. Kesalahan istri atau anak-anak sedikit saja, biasanya cepat diredakan, tapi ternyata hal ini tidak.

2.Suami terlihat lebih suka menyendiri saat
dirumah, tidak suka kumpul-kumpul di tengah keluarga. Padahal sebelumnya ia termasuk tipe suami yang ramah dan bersahabat dan suka berbagi cerita.


Sabtu, 19 Agustus 2017

Baru 9 Tahun Muallaf, Gadis ini Sudah Hafal 3 Juz Al-Qur'an




Meski baru sembilan tahun masuk Islam, pemahaman keagamaan Jovanda Stevia Vandeline (13 tahun) tidak kalah dengan teman-teman sebayanya yang sudah Muslim sejak lahir. Pasalnya, begitu ibunda Erlin Margareth Manopo (49 tahun) masuk Islam, Jovanda yang kala itu masih usia 4 tahun langsung dididik secara islami.

Selain belajar dan mempraktikan fikih praktis sehari-hari, ibunda pun memfokuskan Jovanda untuk menghafal Al-Qur’an, walhasil  sudah hafal tiga juz Al-Qur’an (Juz 1, 29 dan 30). Prestasi akademiknya di SD bukan hanya tidak ketinggalan tetapi anak pertama dari tiga bersaudara kerap mendapatkan rangking satu dan dua. 


Selasa, 15 Agustus 2017

Aroma Skema Ponzi pada Bisnis First Travel

Aroma Skema Ponzi pada Bisnis First Travel



Penghentian kegiatan usaha First Travel dalam jualan promo umrah murah memunculkan indikasi Skema Ponzi dalam praktik bisnisnya. Skema Ponzi—diambil dari nama Charles Ponzi—adalah praktik menjerat dana masyarakat buat diputar duitnya dengan tendensi penipuan. 

Pada First Travel, duit jemaah umrah terbaru yang terkumpul dicurigai dipakai oleh pasangan Andika Surachman Siregar dan Anniesa Hasibuan buat mengongkosi jemaah umrah yang lama. 

Kementerian Agama dan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menetapkan biaya minimal standar umrah sekitar 1.700 dolar AS atau setara Rp22juta per orang. Umrah murah yang ditawarkan First Travel tentu jauh di bawah biaya standar tersebut. 

Indikasi Skema Ponzi terhadap First Travel pun sudah lama dicurigai oleh Hafidz Taftazani, Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia dan Indbond (Asphurindo). 

“10 orang diangkat 100 orang, yang 100 orang diberangkatkan oleh 10 ribu orang,” ujar Hafidz saat ditemui di kantornya, awal Agustus lalu. 

Idealnya, lanjut Hafidz, paling murah harga perjalanan umrah sebesar Rp20 juta. Dari situ biro perjalanan umrah hanya menarik keuntungan Rp1,5 juta. 

“Standar umrah: tiket itu 950 dolar AS, ditambah visa 75 dolar AS, pelayanan 285 dolar AS—itu sama dengan harga 1.310 (dolar AS),” tutur Hafidz. 

Arfi Hatim, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat Pembinaan Haji dan Umrah Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dari Kementerian Agama, mengatakan ada “ketidakwajaran dari harga umrah yang dipatok First Travel.” Ia menyebut harga Rp14,3 juta kepada calon jemaah umrah “tidak masuk akal.” 

“Tidak rasional sehingga menjadi potensi bom waktu," ujar Arfi di kantornya, awal Agustus lalu. 

“Patut disinyalir ini salah satu modus untuk mengumpulkan uang jemaah.” 


Namun tuduhan First Travel melakukan praktik penipuan dibantah oleh Deski, Kepala Divisi Legal First Travel yang menangani pengaduan calon jemaah umrah. 

Dalam menjalankan bisnis, ujar Deski, First Travel “sama sekali tak menggunakan Skema Ponzi.” Ia bahkan menantang kepada pihak-pihak yang menuding hal tersebut untuk membuktikan tuduhannya. 

“Datang saja, lihat ada Ponzi atau enggak? Enggak ada yang begitu-begitu,” ujar Deski via telepon, akhir pekan lalu. 

Deski balik menuding bahwa “kisruh pemberangkatan jemaah” terhadap First Travel sengaja dimunculkan karena “persaingan bisnis sesama biro perjalanan umrah.” Ia bahkan menyebut “ada campur tangan pemerintah” menutup biro perjalanan umrah First Travel untuk menutupi isu penggunaan dana haji. 

“Pemerintah kalau mau main, yang bersih, dong. Jangan seperti itu,” kata Deski.


Menggaet Jemaah Umrah dengan Ongkos Murah

Menggaet Jemaah Umrah dengan Ongkos Murah



Kisruh penyelenggaraan ibadah umrah ini bermula dari promosi murah yang dijual First Travel. Sebagaimana cara-cara penipuan, awalnya tak ada yang janggal dari biro umrah milik pasangan Andika Surachman Siregar dan Anniesa Hasibuan tersebut. 

Bahkan ketika nama biro perjalanan umrah ini naik daun, berbarengan dengan bisnis fesyen Anniesa Hasibuan, perusahaan ini pernah mendapatkan penghargaan. Kejanggalan mulai muncul sewaktu jumlah calon jemaahnya naik signifikan, tak lama setelah perusahaan ini jadi pujian pemberitaan media massa. 

Angka-angka jemaah umrah ditorehkan. Pada 2012, perusahaan yang berdiri pada 1 Juli 2009 ini mengklaim telah memberangkatkan 800-900 orang dengan menggunakan paket regular seharga Rp23 juta. Setahun berikutnya jumlah itu naik 400 persen—yakni 3.600 orang—ketika meluncurkan paket umrah murah seharga Rp13,5 juta. 

“Pada 2014, First Travel mampu memberangkatkan 15.700 orang dan pada 2015 sudah memberangkatkan jamaah umroh sejumlah 35.000 orang,” klaim mereka lagi. 

Tahun lalu, mereka mengklaim angka “40 ribu jamaah” yang berangkat umrah. Pada 2017, mereka bahkan menawarkan paket umrah seharga Rp14,3 juta. 

Klaim menorehkan jumlah jemaah umrah yang terus melonjak itu mengantarkan First Travel meraih penghargaan “Business & Company Winner Award 2014” untuk kategori “The Most Trusted Tour & Travel” dan “Executive & Entrepreneur of The Year 2015.” Museum Rekor Indonesia bahkan memberi predikat mentereng kepada First Travel berkat jumlah jemaah terbanyak saat manasik haji. 

Pada 2015, seiring peningkatan jumlah calon jemaah umrah, First Travel disebut “meraup omzet ratusan miliar dari bisnis wisata religi”—sebuah kesimpulan dari judul berita yang lebih menyiratkan nuansa humas. Pendapatannya ditaksir mencapai 47 juta-60 juta dolar AS atau dengan kurs Rp12.700/USD setara Rp597 miliar-Rp762 miliar. 

Pendeknya, nama First Travel kian melambung. Ia mampu melahap 6 persen pasar umrah dari total 649 ribu orang Indonesia yang pergi umrah pada 2015. 

Namun, jumlah calon jemaah umrah itu mendadak surut sesudah Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan mengatasi kisruh penyelenggaraan umrah First Travel pada Maret 2017. 

OJK justru tidak mendapatkan pelbagai klaim angka jemaah umrah yang fantastis itu. Karena mencium kejanggalan, pada 21 Juli lalu, OJK akhirnya membekukan promo umrah murah First Travel bersama 11 entitas bisnis lain. Indikasi OJK: First Travel mengumpulkan dana masyarakat tanpa izin dan dipakai untuk investasi ilegal. 

“First Travel harus menghentikan penawaran perjalanan umrah promo yang saat ini sebesar Rp14,3 juta," tegas Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L. Tobing, akhir Juli lalu. 

Tongam menduga First Travel menghimpun dana yang berpotensi merugikan masyarakat. Ia menyebut pengumpulan dana tanpa izin itu sudah tahap mengkhawatirkan dan meminta masyarakat agar waspada. 



Beginilah Cara First Travel Menipu Jemaah Umrah, Luar Biasa Memang...



First Travel dituding menjebak jemaah dengan iming-iming umrah berbiaya murah. Jemaah urung berangkat, duitnya entah kemana.

tirto.id - Wahyu Hidayat berlinang air mata saat menuturkan pengalamannya sebagai korban perjalanan umrah PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Kepalanya menunduk. Gara-gara ulah First Travel, ujar pria berusia 57 tahun itu, ia harus menunda acara pernikahan putrinya karena menerima kabar akan berangkat umrah ke Tanah Suci. 

Namun, kabar itu bualan semata dan sebagai gantinya ia meluapkan kekesalan kepada biro jasa umrah First Travel. 

Semula ia merancang pesta perkawinan putrinya pada Mei lalu. Namun, peristiwa penting itu urung digelar lantaran First Travel mengabarkan jadwal ia pergi umrah pada saat yang sama. Sayangnya, hingga hari H, keberangkatan umrah hanya janji palsu First Travel, ia akhirnya hanya menikahkan putrinya tanpa ada acara perayaan. Akad nikah itu pun baru digelar pada pertengahan Juli, sekitar tiga minggu setelah Lebaran. 

“Saya sedih,” kata Wahyu dengan mata sembab dan kesal, “resepsi pernikahan anak saya gagal karena janji berangkat umrah yang selalu batal.” 

“Saya enggak sempat memenuhi cita-cita anak saya, [menggelar] resepsi pernikahan yang diinginkan anak saya,” katanya kepada kami, akhir Juli lalu. 

Selama tiga bulan terakhir, Wahyu Hidayat, istri, dan putrinya bergiliran mondar-mandir ke kantor First Travel di Jalan Radar Auri No. 1 Cimanggis, Depok. Mereka menagih jadwal pasti pemberangkatan umrah. 

Selama itu mereka harus menelan janji yang tak pernah ditepati First Travel. Padahal, sesuai kesepakatan baru, ia dijanjikan bakal ke Tanah Suci setelah Lebaran. Itu pun ia diminta pihak First Travel untuk membayar biaya tambahan. 

Namun, lagi-lagi, janji yang ia tunggu tak pernah terlaksana. Menjelang jadwal yang dijanjikan, sekali lagi, ia menerima kabar pengunduran keberangkatan. Hal ini berulang selama setahun. 

“Tambah [biaya], terus tidak berangkat. Kan, kecewa saya,” keluh Wahyu. 

Saking kesal terus menelan pepesan kosong—dan agaknya pihak First Travel pandai memainkan psikologis calon jemaah yang kalap dan kadung terpikat—wahyu bahkan bakal “membayar biaya berapa pun” asalkan ada kepastian berangkat umrah. 

“Agar tidak malu sama keluarga dan tetangga,” ujar Wahyu. 

Hari itu saat kami berbincang dengan Wahyu, ada ratusan orang lain yang senasib dengannya dan memenuhi kantor First Travel. Mereka dijanjikan jadwal pemberangkatan umrah ke Tanah Suci, First Travel memainkan taktik mengulur-ulur waktu, sebagian lagi diminta biaya tambahan, tetapi di hari yang ditentukan, calon jemaah justru menelan harapan palsu.

Ratusan orang itu, dari pelbagai wilayah seputar Jakarta, membawa berkas hingga bukti pembayaran perjalanan umrah. Saban hari, calon jemaah umrah ini mendatangi kantor First Travel, sejak kisruh penelantaran mereka mengemuka di media. Ada yang terus menagih kepastian jadwal umrah, banyak juga yang menuntut uangnya dikembalikan. 

Suasana serupa tak hanya terlihat di kantor pusat First Travel di Cimanggis. Sebagian lain mendatangi dua kantor pelayanan First Travel di Jakarta Selatan: GKM Green Tower Lantai 16, Jl. TB Simatupang Kav 89G, dan Gedung Atrium Mulia Suite 101 Jl. H.R. Rasuna Said Kav B10-11. 

Ketika kami menemui mereka pada 6 Agustus lalu, korban umrah murah First Travel hanya disambut penjaga keamanan. Mereka kebingungan. Pihak First Travel menutup diri. Pegawai First Travel yang kami temui pun menolak menjawab dan cuma jadi bulan-bulanan kekecewaan para korban penipuan. 

Andika Surachman Siregar, direktur utama sekaligus pemilik First Travel, tak sekalipun menemui para calon jemaah umrah yang dikibulinya. 

“Setiap datang, saya hanya dijanjikan akan diberangkatkan, tetapi tanpa kejelasan waktunya,” ujar Sulaiman Airin, 57 tahun, asal Manggarai, Jakarta Selatan.


Kamis, 22 Juni 2017

Sering Bacalah Ayat Ini Saat Sulit, Maka Allah Akan Kirim Seribu Malaikat Untuk Mengatasi Kesulitan Kita





Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damaskus menuju Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keledainya. Meski tak dikenal, ia mengizinkan laki-laki asing untuk menyewa keledainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan. 

“Ayo lewat arah sini,” ajak laki-laki penyewa keledai. 

“Tidak, aku belum pernah lewat jalan itu. Mari tempuh jalan yang lain.” jawab si laki-laki. Mengelak. 

“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keledai, “aku yang akan menjadi penujuk jalan.”

Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti saran laki-laki yang menyewa keledainya.

Tak lama setelah itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Medannya terjal dan curam. Laki-laki pemilik keledai melihat ada beberapa mayat tergeletak di sana. 

Tak dinyana, laki-laki yang menyewa keledainya turun sembari menodongkan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu!” 

Laki-laki pemilik keledai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia karena sukarnya medan yang harus dilalui. 

“Ambil saja keledai kepunyaanku.

Bebaskan aku.” ujar laki-laki pemilik keledai. Nyawanya terancam.

“Pasti. Aku tidak akan menyia-nyiakan keledaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu.” Gertak si laki-laki. Bengis. 

Tak henti-hentinya, laki-laki pemilik keledai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dan hadits Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum. 

Sayangnya, laki-laki itu tak menggubris. Nafsu membunuhnya sudah bulat. Tak bisa dicegah. Mustahil diurungkan. 

“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keledai, “izinkanlah saya mendirikan shalat. dua rakaat saja.” 


“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!” 



Senin, 03 April 2017

Jovanda Si Gadis Muallaf Yang Sudah Hafal 3 Juz





Melihat kecerdasan dan potensinya untuk lebih berkembang, Jovanda pun meneruskan sekolah di kelas 1 SMP Pondok Pesantren Al Izzah Sukabumi. Namun sayang jika pendidikannya kelak akan terhenti di tengah jalan karena ketiadaan biaya untuk melanjutkan sekolah.

Pasalnya, kiriman ayahanda  Mohammad Hapipi (49 tahun) yang merantau ke Bangka Belitung untuk mengadu nasib hanya cukup untuk mengontrak rumah. Sedangkan penghasilan ibunda yang menjadi buruh cuci loundry di dekat rumah kontrakannya, di  Kelapa Dua Wetan Rt3/1 Kec Ciracas Jakarta Timur, hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Untuk mengurangi beban keluarga Jovanda, melalui program Indonesia Belajar (IB), Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin berdonasi. Sehingga Jovanda bisa melanjutkan pendidikannya dan kita semua mendapat pahala berlimpah dari Allah SWT karena telah membantu sesama. Aamiin.